Minggu, 24 Maret 2013

FF Cho Kyuhyun [Fan Fiction] || "Welcome,dear"


Tittle   : Welcome,dear! (Part 1)

Author  : MagnaeYK

Genre  : Sad, Romance

Length : Chapter

BackSound : Xiah Junsu- Even Though you already know


Cast:

Cho Kyu Hyun
Park Hye Ra(as you)

and Member super Junior

#Please Don't bash. berikan saja kritikan dan saran dengan bahasa yang tidak menyinggung



***

Cafe bernama Mouse Rabbit itu, hari ini terlihat sangat padat dan ramai oleh gadis-gadis remaja maupun dewasa, namun lebih di dominasi oleh para remaja, Restaurant ini milik Yesung, pria yang memiliki suara indah dan tentunya seorang Lead Vocal di sebuah Group terkenal Super Junior.
Rupanya hari ini adalah hari ulang tahun debut mereka yang ke-8 tahun, karena itu semua member super junior , membantu mengolah restoran hari ini.
tentu saja kecuali heenim,leeteuk,henry,zhoumi,hangeng

“oppa, I ordered vanilla latte!!”ucap seorang fan yang terlihat dari luar negeri

“oh?”ucap yesung dengan raut wajah yang terlihat bingung

“but i like Chocolate Latte, i bet you do.....”timpal yesung, masih dengan raut wajah bingung, lalu mengambilkan Chocolate latte.

Fan yang berada di hadapan yesung terlihat lebih bingung dari yesung, yang dia inginkan adalah Vanilla latte, tapi yang yesung berikan adalah Chocolate latte, karena tak bisa berbahasa korea, fan itu hanya mengambil Chocolate latte itu dari tangan yesung kemudian dia pergi.
Akhirnya Cafe yang dari tadi terlihat seperti Studio Inkigayo itu, menjadi sepi karena waktu makan siang yang sudah habis.

“akhirnya, aku bisa meregangkan otot-ototku”ucap kyu hyun si Magnae super junior sambil merebahkan tubuhnya di sebuah kursi

“aku juga, rasanya kaki-kakiku akan lepas”timpal eunhyuk dan Donghae

“rasanya aku akan kurusan”ucap Shindong sambil terkekeh

“kau?? aku rasa kau tak akan pernah kurus, hahahha”ejek siwon

“apa katamu?? kau ini!!”teriak shindong, sambil mendengus kesal

“wow, wow take it easy, dude”ucap siwon, sambil membuka 10 jarinya kedepan, saat shindong akan memukulnya

“kibum hyung belum datang??”tanya kyu hyun

“sepetinya sebentar lagi”jawab ryeowook

semua member super junior yang berada di Cafe saat ini sedang bersantai-santai memanfaatkan penuh waktu istirahat. Pintu otomatis di Cafe itu terlihat terbuka, seorang gadis telah memasuki cafe itu, secara otomatis, beberapa member langsung berdiri untuk menyambut.

“Americano”ucap gadis tanpa ekpresi itu, dengan nada suara lembut tetapi dingin

“y...ye”ucap kyu hyun yang sedang melayaninya, sambil memberikan sebuah benda kecil

gadis itu, membawa benda itu ketempat duduk yang berada di sudut dekat kaca, gadis itu menyangga dagunya dengan kedua tangannya, menunggu americanonya selesai di buat. Tidak lama setelah itu, benda yang berada di hadapannya pun bergetar, dengan jalan lunglai seperti orang mati, gadis itu berjalan ke arah kyu hyun untuk mengambil pesanannnya.

“ini”ucap kyu hyun seraya memberikan pesanan gadis tadi

“ye, kamsahamida”

sosok wanita cantik dengan rambut tergerai sempurna itu-pun kembali mengambil tempat duduknya , dia kembali menatap kaca yang terkena imbas air hujan itu, memang tanpa di sadari hujan telah jatuh ke bumi, gadis itu kembali menyangga dagunya dengan kedua tangannya sambil, menatap rintikkan hujan yang jatuh tanpa ekspresi, dan sesekali menyesap americanonya.
Semua member super junior menatap gadis manis itu, dengan seksama, mereka terlihat bergidik ngeri, melihat ekspresi dingin gadis itu.

“apa kau tau hyung?? saat tadi dia bilang 'americano' rasanya seluruh tubuhku mengeras seperti patung, mengerikan”ucap kyu hyun bergidik ngeri

“dia itu fan atau apa??”tanya leeteuk

“aku rasa tidak, hyung. Jika fan dia tidak mungkin bersikap seperti itu di depan kita”timpal kyu hyun

“tapi bisa juga, dia gugup berada di depan kita, makanya sikapnya seperti itu”ucap siwon

“tapi menurutku tidak”ucap yesung, sambil mengelus dagunya dengan jarinya

“Cha, ini dia pesanan kalian semua!!”ucap seorang gadis dengan baju pelayan

“ohh, terima kasih Chae rin”ucap yesung, kepada gadis yang ternyata adalah org yang bekerja di Mouse Rabbit

“eoh?”ucap chae rin sambil mengarahkan jarinya kepada gadis yang sedari tadi diceritakan super junior

“kau kenal orang itu chae??”tanya kyu hyun

“tentu saja, hampir tiap hari dia kesini”ucap chae rin

seketika chae rin bangun dari duduknya, lalu tersenyum lebar.

“Nona, park!”ucapnya sambil melambaikan tangannya, pada gadis yang berada di sudut tadi

“eoh, chae.....”ucap gadis itu, dengan suara serak yang tercekat, sambil tersenyum namun hanya senyum paksaan

“kau di sini, agashi? Kenapa tidak memanggilku tadi”ucap chae rin, tapi gadis itu hanya tersenyum getir

tanpa meminta izin, chae rin langsung menggamit tangan gadis itu, ketempat perkumpulan para member super junior, para member yang masih bersenang-senang terlihat bingung, dan melihat satu sama lain.

“semua perkenalkan, ini Nona Park.”ucap Chae rin

“annyeonghaseo, choneun park hye ra imnida, bangapseumnida”ucap hye ra, masih dengan sikap dingin

“ahhh jeongmal michineom........”ujar kyu hyun tiba-tiba karena tak percaya super junior di perlakukan seperti itu

“ye?”

“a....ahhh, kyu hyun sedang bermimpi bermain game, PSPnya rusak jadi dia sedikit gila, duduklah di sini hye ra-ya”ajak eunhyuk dengan nada yang seperti sudah akrab

“a....anio kamsahamida”ucap hye ra

“chae... aku pergi. Aku harus ke suatu tempat”ucap hye ra, dan bergegas mengambil tasnya lalu pergi dari cafe itu

“ya! Cha chae rin, dia itu siapa?”tanya kyu hyun penasaran, dan member lain juga menunggu jawaban chae rin dengan wajah penasaran

“dia, Park hye ra”ucap chae rin

“ya! Bukan itu! Kalau itu kami sudah tau namany Park hye ra, lebih detil lagi”ucap kyu hyun membentak chae rin

“dia itu park hye ra, setiap hari dia kesini, dia pelanggan setia di sini, di bilang cafe ini sangat nyaman, makanya dia suka ke sini. Aku dengar dia adalah keponakan CEO agensi-mu”ujar chae rin panjang lebar

“maksudmu, Lee sajangnim??”tanya siwon

“ne, dan dia juga putri pemilik PK Departement store, dan ayahnya masih punya usaha lain juga”timpal chae rin

“eohh..... PK Departement store, kalau tidak salah, ibuku bilang dia punya pacar yg sangat dicintainya, tapi pacarnya meninggal benar bukan??”tanya siwon

“darimana kau tau??”tanya Chae rin

“PK Departement Store dan Hyundai Departemen store milik ayahku bekerja sama”ucap siwon

“ahhh, jangan-jangan gadis itu yang mau di jodohkan dgnmu dulu”ucap sungmin

“ne, karena itulah aku merasa tak asing dengan namanya, haaah kalau tau dia cantik begitu, aku tak akan menolak perjodohan itu”ucap siwon sambil merebahkan kepalanya di atas sofa dekat kaki kyu hyun.


Kyu hyun*POV

sudah sekitar 2 jam, kepalaku terasa pusing, pusingnya semakin menjadi-jadi, rasanya juga ingin muntah namun tak bisa, seluruh tubuhku terasa membeku karena kedinginan, namun tubuhku berkeringat. Aku tak mengerti apa yang terjadi pada diriku, “cklek” suara itu terdengar seperti seseorang menarik handle pintu kamar, aku harap salah satu anggota.

“kyu, kau tidak mau makan malam?”tanya sungmin, sambil berjalan mengarah padaku

“hyung.......”ucapku lemas karena rasanya aku tak punya tenaga lagi

“eoh, kyu. Neo gwenchanayeo??”tanya sungmin dengan nada suara yang terdengar khawatir

“ke...palaku pusing, hyung”

“hyung!!! hyung!!!” suara teriakan sungmin telah memenuhi dorm, makin membuatku pusing.

Semua member sudah berada di sini, sekarang, mata ku terasa kabur dan gelap ada apa ini?

***mataku terasa berat, tapi aku rasa aku sudah cukup tidur, sudah waktunya bangun. Sinar matahari juga sudah memasuki kornea mataku, secara perlahan kubuka mataku tapi yang kulihat hanya ada atap putih yang bersih, lalu di sebelahku ada meja dan sebuah infus.
“greeeeet” suara pintu terdengar digeser
“kau sudah sadar, tuan cho?”tanya seorang gadis dengan jubah putih dan wajah tak asing bagiku

dia memeriksa keningku, dan juga mulai memeriksa infusku

“demam-mu sudah turun, kau hanya harus beristirahat penuh dan meminum obatmu”ucapnya lalu kembali berjalan ke arah pintu

“park hye-ra-sshi??”ucapku, dengan suara serak, tapi aku berhasil membuat langkahnya terhenti

“nde?? bagaimana kau tau namaku??”ucapnya sambil menaikkan sebelah alisnya

“ini....”ucapku, sambil menunjuk dadaku, dan dia melihat dadanya, ia menyadari bahwa di jubah itu sudah tertera namanya

“oh”ucapnya dingin berhasil membuatku mengeryitkan keningku

“lagi pula kita sudah pernah bertemu bukan??”tanyaku lagi

“nde?? kapan? Dimana?”tanyanya membuatku semakin heran padanya

“kau... tidak ingat??”tanyaku, dan dia menggelengkan kepalanya perlahan

“di Cafe Mouse Rabbit waktu itu, kami lelaki-lelaki tampan yang sedang berkumpul saat itu”ucapku, ia mengerlipkan matanya menandakan bahwa ia sedang berpikir, dia mungkin lupa karena itu sudah satu bulan yang lalu.

“iya aku ingat, geuraeseo??”ucapnya tiba-tiba, berhasil membuatku lagi-lagi mengerutkan keningku, apa dia tidak punya TV di rumah??

“apa kau sama sekali tidak tau kami??”tanyaku meyakinkan

“tidak”ucapnya singkat, belum sempat aku menjelaskan dia sudah pergi keluar

benar-benar gadis yang aneh bukan?? kami ini group terkenal, bagaimana dia bisa tidak tau??

kyu HyunPOV*end


Kyu hyun mendengus kesal, karena ia di perlakukan seperti itu oleh dokternya sendiri, sesekali dia menatap kesal pintu, berharap dokternya masuk lagi dan menyadari bahwa dirinya adalah Kyu Hyun Super Junior “greeetttt” suara pintu terdengar bergeser lagi, ekpresi kyu hyun dalam hitungan detik berubah, dia benar-benar berharap itu dokternya, tapi ternyata yang masuk adalah seorang lelaki gendut dengan senyum menawannya

“yaaaah babi.....”ucap kyu hyun lesu

“apa katamu?? babi??!!!”bentak shindong,

“ahh.... tunggu!!!”teriak kyu hyun saat Shindong hampir saja menjitak kepalanya

“mana yang lain?”tanya kyu hyun

Shindong mengarahkan kepalanya kebelakang, dan pria-pria tampan lainnya memasuki, ruangan kyu hyun dan memenuhinya

“ya! Kenapa semua di sini?? kalian memenuhi ruanganku, membuatku kepanasan!”teriak kyu hyun

“sudah diam!!”bentak eunhyuk, dan donghae pun membekap mulut kyu hyun dengan tangannya

“hyung, apa yang kau bawa??”tanya kyu hyun saat melihat yesung membawa sebuah benda dengan ukuran sedang.

“kau mungkin, akan bosan. Aku membawa speaker untuk-mu kita bisa berpesta!!!”

“hahaahaha, kau kira ini club malam atau bar begitu??”ucap kyu hyun sambil tertawa

yesung tak menghiraukan, perkataan kyu hyun. Ia masih tetap memutar musik, dan suaranya telah memenuhi ruangan kyu hyun.
Sementara Di luar, Dokter Park yang kebetulan sedang melewati ruangan kyu hyun , merasa aneh dengan keberisikan yang berasalah dari ruangan VIP yang ditempati kyuhyun itu, perlahan ia melangkahkan kakinya ke arah pintu kamar kyuhyun, lalu mengarahkan kedua bola matanya di depan kaca kecil yang tepat berada di tengah pintu itu, Park hye ra mengerutkan keningnya merasa tak percaya, dengan apa yang terjadi di dalam.

“hah, michineom.......”ucapnya dingin

tak ada satupun anggota super junior yang menyadari, bahwa dokter park sudah berada di tengah mereka, park hye ra hanya menatap satu persatu orang dari mereka, kyu hyun yang dari tadi sibuk berkutat dengan PSPnya, mulai memeriksa keadaan hyung-hyungnya yang masih belum berhenti menari.
Kyuhyun menatap sebuah kaki putih,halus yang ramping di hadapannya, perlahan ia menengadahkan kepalanya, hye ra bagai sebuah lemari es yang berhasil membuat kyuhyun membeku di tempat.

“agashi.....”ucapnya

dengan sigap dan cepat kyu hyun langsung mematikan speaker yang sedari tadi berada di dekatnya, member lainnya yang tengah menari, berhenti dan mulai ingin memarahi kyu hyun yang sudah menghentikan musiknya, namun apa daya, omelan mereka harus tertahan, melihat gadis manis nan catik tapi menyeramkan sudah ada di depan mereka.

“kalian kira ini tempat kalian bermain, begitu??”ujar hye ra dengan nada emosi

“a...anio hye ra-sshi”ucap member serentak

“ini bukan tempat kalian untuk menari! Ini rumah sakit! Dengan jumlah pasien yang banyak!! bagaimana jika orang sakit jantung terkejut, hah??!! apa kalian tidak berpikir sama sekali???!! kalian ini publik figur!~ tapi sepertinya kalian bukan publik figur yang patut di contoh!!”teriak hye ra

“greeett”pintu rungan itu lagi-lagi seseorang membukanya, yang ternyata adalah seorang Choi Siwon yang baru saja datang
Siwon yang membawa beberapa plastik dengan isi bermacam-macam, hanya bisa terlingat bingung dengan keadaan di ruangan kyu hyun, hye ra menatap siwon tajam, lalu berjalan ke arah pintu, menabrak bahu siwon yang jelas-jelas berada di depannya dan ia pun pergi dari ruangan itu.

“a...ada apa sebenarnya?? apa ada yang salah??”tanya siwon bingung

“sudahlah hyung jangan banyak tanya, semuanya keluar. Aku ingin beristirahat”ucap kyu hyun, bersungut sungut


Hyera*POV

ada apa sebenarnya dengan orang-orang itu, mereka publik figur tapi kenapa sebodoh itu? Mengingat kejadian itu, aku tak bisa berhenti menghela napasku, saat mengingat hal itu rasanya paru-paruku menjadi mengecil, darahku mengalir dengan cepat, jantungku berdetak dengan kencang, dan rasanya pembuluh darahku hampir pecah. “greeett” kudengar suara pintu terbuka di kantorku, sesosok namja tampan tengah berdiri tepat di tengah pintu-ku sekarang, dia salah satu pasien yang membuatku muak.

“Chogyo....”ucapnya

“ada apa? Apa kau butuh sesuatu??”tanyaku

“a..anio”ucapnya gelagapan

“kalau begitu, keluarlah”ucapku, karena aku malas sekali melihat wajahnya

“aa... tunggu. Aku kesini untuk meminta maaf pada-mu atas nama Super Junior karena telah berbuat seperti itu”ujarnya sambil menundukkan kepalanya

aku tak tau apa yang tengah merasukiku, saat melihat melihat bibir namja yang ada di depanku mengerucut dengan pipi yang tengah mengembung, dan memperlihatkan sisi manjanya dengan membulatkan matanya menjadi puppy eyes, sepasang bola mata itu kini tengah menatapku, matanya menyiratkan ketulusan permintaan maaf padaku, aku hanya bsa menghela nafas, dan memenuhi permintaannya

“sekarang keluarlah...”ucapku

“ne....”jawabny pelan, tapi baru saja beberapa langkah, ia terhenti

“ah... aku ingin mengatakan sesuatu”ujarnya, aku menghela nafasku dan menatap wajahnya

“karena aku rasa tak cukup hanya meminta maaf, apa kau mau minum kopi besok bersamaku??”

“nde??”ucapku mengerutkan dahiku

“besok aku jg sudah boleh plg kan?? aku juga ingin berterima kasih, karena kau telah merawatku”

lagi-lagi aku menghelas nafasku, saat ia mulai lagi memperlihatkan puppy eyesnya, siapa yang mampu menolak jika wajahnya begini.

Entah bagaimana aku menerima ajakan kyu hyun, untuk pergi minum kopi. Hari ini aku pergi ke Mouse rabbit Cafe bersama namja yang suka membuatku kesal setengah mati,, rasanya benar-benar tak nyaman karena namja ini, sedari tadi memerhatikanku, dengan smirknya sesekali menyesap kopinya, aku sama sekali tidak bisa melihat kedepan, karena jika begitu tatapan kami bisa bertemu, kalau saja ini di tempat sepi aku sudah lama mencekiknya.

“ohh ya, apa kau benar keponakan CEO kami??”ucapnya memulai pembicaraan, memecahkan kesunyian dan kecangggungan yang sedari tadi menyelimuti ruang di antara kami, aku pun mengangguk

“tapi... darimana kau tau itu?”tanyaku

“aku ini orang yang serba tahu”ucapny sambil tersenyum lebar

setelah menghabisakn kopi, kami mengambil waktu untuk berjalan-jalan di sekitar rumah warga, untuk menghirup oksigen segar untuk menenangkan pikiran.

“apa ini sudah jadi aktifitas mu???”tanya kyu hyun, aku pun mengangguk pelan

“aku baru tau, ternyata rasanya nyaman setelah minum kopi lalu, berjalan-jalan seperti ini”ujarnya lagi
*POV end
Admin*POV

kiri, kanan, kiri dan kanan lagi, kaki 2 manusia ini melangkah bersamaan, langkah yang beirama sambil menghirup dan menghembusakan udara dari hidung mereka, keduanya terlihat menikmati waktu seperti ini, sesekali angin sore yang menyegarkan membelai wajah kyuhyun dan hye ra membuat helaian rambut mereka sesekali terangkat
“gukk gouk!!” ttiba-tiba terdengar suara anjing menggonggong, dari balik pagar hijau, hye ra dan kyu hyun yang tengah menikmati angin segar menghentikan langkahnya, dan kemudian keluar seekor anjing yang terlihat sangat menyeramkan, anjing itu menggonggong di depan hye ra dan kyu hyun, hye ra terlihat sangat santai sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya, tapi raut wajah kyuhyun terlihat berbeda, dia benar-benar seperti ketakutan, tanpa sebab anjing itu mulai mengejar mereka, kyu hyun yang sudah sangat ketakutan, menarik tangan hye ra dan mengajaknya berlari.

Hye ra hanya bisa mengikuti langkah kyu hyun pergi, mereka berlari dan berlari, setelah anjing itu tak terlihat lagi mereka pun berhenti, tepat di depan sebuah toko buku, dengan dekorasi yang unik, setelah 3 tahun akhirnya hye ra tersenyum lebar lebih tepatnya tertawa karena peristiwa konyol tadi, melihat hye ra yang sudah tertawa terbahak-bahak, kyu hyun pun ikut tertawa.

“toko ini kelihatannya unik, ayo kita masuk”ucap kyu hyun sambil menarik tangan hye ra, tapi hye ra hanya diam sambil melihat tangannya di pegang, kyu hyun yang merasa salah, dengan segera melepaskan tangannya

mereka memasuki toko buku itu, yang ternyata itu adalah caffe , dengan banyak buku yang bisa di baca, ini bisa dibilang Caffe buku. Setelah memesan 2 gelas kopi, mereka mencari-cari beberapa buku yang menarik untuk di baca.

“hye, apa kau sudah dapat buku?? aku sudah,buku ini kelihatannya menarik”

“ahh, maksudku hye ra-sshi”ucap kyu hyun ketika melihat hye ra mendelikkan matanya pada kyuhyun

“aku sudah dapat”ujar hye ra sambil memperlihatkan buku yang berada di tangannya

“eoh....”ucap kyuhyun

“wae??”

“buku kita sama”ucap kyu hyun sembari memperlihatkan buku yang juga tengah di pegangnya.

Kyu hyun dan hye ra mengambil tempat duduk mereka, membaca buku yang mereka ambil tadi dengan lagu Xiah junsu-Even Though you already know yang di putar dan bergema di tempat itu, sesekali menyeruput kopi yang berada di depan mereka.
Membalikkan halaman demi halaman, lalu mengambil kopi mereka kembali, suatu kejadian romantis terjadi lagi, dimana hye ra ingin mengambil kopinya, begitu juga kyu hyun, secara bersamaan tangan mereka pun bersentuhan , kyuhyun memfokuskan matanya pada tangannya, dan seketika hye ra menarik tangannya, lalu berpurapura untuk membaca lagi, melihat itu kyuhyun tersenyum manis, lalu kemudian mulai membaca lagi.

Setelah melakukan kegiatan membaca, kyu hyun dan hye ra keluar dari tempat itu.

“ohh hujan??”ujar kyu hyun saat melihat tetesan air hujan tepat di depan matanya

“sepertinya kita terlalu asyik membaca, sehingga tak sadar bahwa sedang hujan”ujar kyu hyun lagi.

Kyuhyun mengadahkan air hujan yang jatuh dari atap restaurant itu dengan tangannya.

“ahh menyegarkan”desah kyu hyun di sela-sela kegiatannya

“cobalah”ucapnya lagi, tapi hye ra hanya menatapnya bingung. Kyu hyun membentuk seulas senyum dan menarik tangan hye ra lalu mengarahkannya kepada air hujan

“segar bukan??”tanya kyu hyun saat melihat hye ra menenggakan kepalanya keatas

hye ra menutup matanya, sambil merasakan imbas air hujan yang mengenai wajahnya cantiknya, helaian rambutnya terbang sempurna terkena angin dingin hujan menerpanya, kyu hyun hanya menatapnya sambil membentuk seulas senyum yang sangat manis.

“oh ya, apa benar kau tak mengenal kami?? lalu bagaimana kau tau kami publik figur”ucap kyuhyun yang masih meneruskan aktifitas mengadahkan air hujan

“para perawat wanita di rumah sakit, terus memperhatikan kamarmu, jadi aku bertanya pada mereka, mereka bilang kalian publik figur”ujar hye ra, yang perlahan membuka matanya dan mulai menurunkan tangannya.

“ohh jadi begitu”ucap kyu hyun

“aku mau pulang”ujar hye ra secara tiba-tiba, kemudian dia melangkahkan kakinya, tanpa peduli dirinya terkena hujan atau apapun

“ohh tunggu?? ya! Kau mau kemana?? hye ra-sshi!!!”teriak kyu hyun saat melihat hye ra pergi

malam ini begitu dingin, sampai rasanya tulang-tulang pun ikut membeku. Tapi rupanya tidak bagi hye ra, yang sedang bersender di kepala tempat tidurnya menatap ke arah jendela yang tengah terbuka lebar, menatap bulan purnama yang tengah menghiasi langit malam ini, dengan earphone yang melekat di telinga cantiknya. Sudah hampir 20 kali ia memutar lagu yang sama, lagu yang di putar di caffe buku 2 hari yang lalu “Xiah Junsu-Even Though you already know” beberapa kali ia menitikkan air mata, kemudian menghapusnya kembali. Tapi tak peduli ratusan kali ia menghapusnya, air matanya tak bisa berhenti bak air terjun yang tak akan pernah kering.
Seketika hye ra turun dari tempat tidur king size-nya, melepas earphone yang hampir 1 jam melekat di telinganya, lalu berjalan kebawah menuruni tangga menuju lantai satu, ia menuju ruang tamu yang besarnya seperti sebuah studio Music Bank bahkan mungkin lebih besar.
Di ruang tamu itu terdapat sebuah piano hitam yang masih terlihat baru, padahal sudah bertahun-tahun tuanya, ini karena hye ra menjaganya dengan baik.
Perlahan ia meraba-raba piano itu penuh perasaan, lalu duduk di depannya,dan mulai memainkannya, nadanya sangat tidak asing, ya. Ini lagu “Even Though you already know”

Hye ra*POV

lagu ini, piano ini, kursi ini semua penuh sejarah. Semuanya ada di sini, namun tak akan pernah lengkap tanpanya, yong hwa oppa? Kenapa kau begitu cepat pergi? Kenapa kau meninggalkan aku seperti ini??? oppa aku sungguh merindukanmu.

Jung Yong Hwa, orang yang amat sangat aku cintai, sudah 3 tahun aku dtinggalnya pergi, dia adalah kekasihku yang palg aku cintai
Piano ini, kursi ini, dan lagu ini semuanya penuh kenangan-ku bersamanya. Kami selalu memainkan lagu “even Though you already know” lagu dimana kami pertama bertemu dulu, dulu aku selalu bermain piano bersamanya , suaranya selalu menghiburku. Suara rocknya adalah suara terbaik.

*flash back

“mwo???!!!! apa katamu?? yong hwa oppa kecelakaan??” aku begitu terkejut saat mendengar perkataan kakakku di dalam telepon

air mataku benar-benar tidak bisa di bendung lagi, aku berlari keluar. Sebuah ambulance berhenti tepat di hadapanku, seseorang dengan wajah yang masih tampan walau sudah bersimbah darah, keluar dari sana ia di letakkan di atas sebuah tempat tidur roda.

“dokter park kau harus mengoperasinya, tidak ada dokter lain lagi selain kau, yang lain punya jadwal penuh”ucap seorang perawat

“tapi..... kau tau kan aku ini bagaimana??”

“aku yakin kau bisa, dokter. Lakukanlah demi kekasihmu”

aku sudah mencoba meyakinkan diriku untuk melakukan operasi itu, tapi yong hwa oppa meninggal karena kesalahan terbesar yang pernah aku buat! Karenaku dia meninggal nan ttaemune!! aku tau aku seorang dokter bedah, tapi entah bagaimana aku lulus dengan penyakit fobiaku terhadap darah, setiap kali melihat darah aku merasa ingin muntah, dan kepalaku terasa pusing dan tubuhku bergetar

*flash back end

aku tak tau harus bagaimana lagi untuk melupakan itu semua, aku merasa aku tidak bisa lagi hidup.
Setiap kali aku menyentuh piano ini aku selalu merasakan kehadirannya, aku bodoh bukan?? menjadi dokter bedah tetapi aku bahkan tak bisa melihat darah, , aku begitu merindukannya sampai rsanya aku mau mati saja, ya Tuhan, bisakah kau ambil nyawaku ini??

POV*end#To Be Continued


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar